BANGUNLAH SAYANGKU (MAIA)

Kau dengar itu, Maia? Sinar matahari menggumam dibawah bukit Mengajari angin yang tersesat didedaunan Agar bertiup ke arah satu kiblat; yang bulat Kau lihat itu, Maia? Tubuhmu yang montok digaruk-garuk pantatnya Gubukmu dipenuhi air kencing yang mirip oli Tapi engkau masih diam dan diam saja; Ah! Maia, adakah engkau masih ragu kepadaku Bahwa berita itu; …

Iklan

Lanjutkan membaca BANGUNLAH SAYANGKU (MAIA)

HIBURAN (SEBUAH KEHILANGAN)

Kita berjalan menginjak susu-susu perbukitan yang montok Tanpa puting didalamnya Kita naik, Kita turun seperti bokong-bokong bukan zinah Yang telah menjadikan kita Kita menuju air terjun bernama randu sari yang terselip diantara kemontokan Yang membuat kita tersadar; bahwa kenikmatan membutuhkan pengorbanan Kita yang berkorban Kita yang dikorbankan Akhirnya kita tetap korban Nafsuku pertama kali memuncak … Lanjutkan membaca HIBURAN (SEBUAH KEHILANGAN)

SENJA DI PARANGKUSUMO

Senja ini membungkus langit yang sempat terang dengan hanya ditandai satu bintang yang berkibar dipojok kepalaku; dan mu Matahari dengan rasa malu mulai membenamkan diri perlahan dari anak-anak kecil yang bermain ditepi pantai; gundukan pasir Dan Ia pun menceritakan asal mula terjadinya sebuah malam yang membawa angin nakal dan kegelapan yang membutakan sekalian Sungguh, bulan … Lanjutkan membaca SENJA DI PARANGKUSUMO

KAU DAN KAU

Kau duduk didepannya didepanku Kau pandai mengaburkan jiwa itu Kau bahagia melihatnya didepanmu Karena redup jiwamu terlihat itu Aku muak didepanku didepanmu Satu berperan Tuhan Dua berperan malaikat Tapi, sini kupingmu dan; mu Dengarkan- jangan pikirkan Aku tetaplah menjadi setan Yang membangkang Tuhan Untuk men-sujud adam. Yogyakarta, 02 Mei 2015. Lanjutkan membaca KAU DAN KAU